Ternyata Makanan Tinggi Kalori dan Limbah Makanan Dapat Mempengaruhi Keadaan Iklim

CaAn Barumbung | 5:28 PM | 0 Komentar

Banyaknya konsumsi makanan berkalori tinggi dan banyaknya pembuangan limbah makanan ternyata dapat berpengaruh terhadap iklim. Hal ini dipaparkan pada jurnal Environmental Science and Technology.

Populasi di dunia mencapai lebih dari sembilan miliar orang pada pertengahan abad ini. Karenanya penting untuk mengurangi limbah makanan agar memberikan keamanan pangan.

Namun, tim ilmuwan juga telah mempertimbangkan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mengatasi kontribusi produksi pangan untuk emisi karbon global.

 Prof. Jurgen Kropp dari Postdam Institute for Climate Impact Research, Jerman, salah satu wakil penulis studi mengatakan bahwa penelitian sebelumnya telah menyoroti bahwa, pertanian telah memainkan peran yang semakin penting dengan emisi karbon dioksida.

"Kami memiliki perubahan gaya hidup di seluruh dunia. Orang sedang bergerak menuju pola makan tinggi daging dan kita perlu lebih banyak makanan," katanya kepada BBC News (10/04).

Untuk satu kalori daging, orang harus memanfaatkan 1-8 kalori dari sereal. Ini adalah bentuk ketidakefisienan produksi pangan. Selain itu, di negara-negara kaya juga membuang-buang lebih banyak makanan.

Prof Kropp menambahkan bahwa kecenderungan ini diproyeksikan untuk memiliki dampak yang cukup besar pada anggaran karbon global pada pertengahan abad ke-21.

Mereka menghitung bahwa sekitar 10 persen dari emisi gas rumah kaca global dari pertanian dapat ditelusuri kembali ke limbah makanan pada tahun 2050.

Namun, tim memeriksa data masa lalu dan menggunakan skenario masa depan untuk mengidentifikasi cara yang bisa memberikan perbaikan emisi ketahanan pangan dan karbon dioksida.

Persyaratan pangan global berubah dari 2.300 (kalori per orang setiap hari) menjadi 2400 (kalori per orang setiap hari) selama 50 tahun terakhir, sementara surplus makanan tumbuh dari 310 kalori per orang per hari untuk 510 kalori per orang setiap hari.

Selama periode yang sama, tim menemukan bahwa emisi gas rumah kaca yang terkait dengan surplus pangan yang meningkat dari 130 juta ton dari karbon diokisda per tahun setara untuk 530 juta ton terjadi peningkatan lebih dari 300 persen.

Mereka menghitung emisi yang berhubungan dengan makanan yang terbuang mungkin "sangat meningkat" hingga 2,5 giga ton dari karbondioksida per tahun.

Prof Kropp menambahkan bahwa banyak negara-negara berkembang seperti China atau India diproyeksikan meningkat dari limbah makanan mereka sebagai konsekuensi dari perubahan gaya hidup, meningkatkan kesejahteraan dan kebiasaan diet menuju bagian yang lebih besar dari produk hewani ini lebih proporsional meningkatkan emisi gas terkait dengan limbah makanan.

"Hal ini dapat diatasi dengan menghindari kerugian makanan bisa menimbulkan pengaruh untuk berbagai tantangan sekaligus, mengurangi dampak lingkungan pertanian, menghemat sumber daya yang digunakan dalam produksi pangan serta meningkatkan ketahanan pangan lokal, regional, dan global." jelas Kropp.

Sumber :
http://food.detik.com/read/2016/04/09/141038/3183800/297/makanan-tinggi-kalori-dan-limbah-makanan-bisa-pengaruhi-keadaan-iklim

Category: , ,

0 Komentar