Intoleransi Laktosa serta anjuran untuk pasien penderita Intoleransi laktosa

CaAn Barumbung | 5:13 PM | 0 Komentar


Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak mampu mencerna laktosa (gula susu). Kondisi ini disebabkan karena tidak adanya enzim laktase (yang diproduksi oleh sel-sel usus halus). Enzim ini bertugas menguraikan Iaktase menjadi gugus yang lebih sederhana. yaitu glukosa dan galaktosa, untuk kemudian diabsorpsi dan masuk ke dalam darah. Intoleransi laktosa Iebih banyak dijumpai pada ras Asia. ltu sebabnya mengapa banyak anak-anak dari ras Asia yang menolak minum susu. Ada dua faktor yang menyebabkan defisiensi laktase primer dan sekunder. Defisiensi laktase primer berlangsung sepanjang waktu. Sesudah usia 2 tahun, tubuh mulai memproduksi sedikit laktase. kendati kebanyakan anak tidak mengalami gejala sampai usia yang cukup besar. Di Iain pihak. Defisiensi laktase sekunder terjadi bilamana ada gangguan pada usus halus atau penyakit saluran pencemaan tertentu (seperti penyakit seliak, inflammatory bowel disease, dan penyakit Crohn) yang mengakibatkan berkurangnya produksi enzim laktase.




Anjuran untuk pasien penderita Intoleransi laktosa


  • Bayi dan anak kecil yang mengalami defisiensi laktase tidak dianjurkan untuk mengonsumsi susu formula atau makanan yang mengandung laktosa hingga mereka berusia lebih besar dan tubuhnya sudah mampu mencerna laktosa. 



  • Hindari konsumsi susu atau produknya. Bila tidak memungkinkan, konsumsilah dalam jumlah sedikit. Umumnya individu dapat menolerir iaktosa dengan cara mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Hampir semua individu tidak perlu menghindari sama sekali produk yang mengandung laktosa karena ketahanan masing-masing tubuh individu terhadap laktosa berbeda. Beberapa orang tertentu mungkin tahan mengonsumsi es krim dan keju, tetapi tidak terhadap produk susu lainnya. Tingkat pengendalian diet yang diperlukan untuk mengatasi intoleransi laktosa dipengaruhi oleh seberapa banyak laktosa yang masih dapat ditoIerir tubuh. 



  • Tingkatkan toleransi tubuh terhadap laktosa dengan jalan mulai mengonsumsi susu atau produknya dalam jumlah sedikit lalu meningkatkannya secara bertahap dalam waktu beberapa bulan atau tahun. 



  • Saat ini di pasaran cukup banyak tersedia susu dan produknya yang rendah laktosa. Susu tersebut mengandung semua komponen seperti pada produk susu biasa. 



  • Beberapa produk non susu, seperti krimer (untuk kopi) dan whipped toppings, sebenamya mengandung zat-zat yang berasal dari susu sapi sehingga mengandung Iaktosa. Oleh karena itu, produk tersebut sebaiknya dihindari. contoh produk makanan lainnya yang mungkin mengandung laktosa (walaupun dalam jumlah sangat sedikit): roti, sereal, saus salad (salad dressing), permen, pancake. biskuit, dan bubuk suplemen pengganti makananan lainnya. 



  • Karena absorpsi kalsium umumnya akan berkurang karena individu dengan lntoleransi laktosa harus menghindari susu dan produknya (yang justru banyak mengandung kalsium), maka asupan mineral lni sebaiknya dlperoleh dari sumber lain, seperti ikan salmon/sardin kalengan (yang dapat dikonsumsi bersama durinya), brokoli, tahu, dan kerang-kerangan. 



Category:

0 Komentar