Zina adalah salah satu dosa besar yang paling banyak dilakukan oleh manusia dimuka bumi ini, tingginya godaan kepada manusia untuk melakukan zina sering kali meluluhlantahkan iman seseorang untuk melakukannya. Dosa yang satu ini tidak melihat siapa dan kepada siapa ia datang, bahkan kepada seorang yang notabene ahli agama iapun hinggap.

Rasulullah SAW memberitahu kalau berzina bakal dibalas oleh Allah saat penzina masihlah hidup di dunia.

Rasulullah SAW bersabda :
” Dua (2) kejahatan bakal dibalas oleh Allah waktu didunia : zina serta durhaka pada ibu ayah. (HR Thobroni)

Pada hukuman atau balasan yang dapat di terima oleh beberapa penzina saat masihlah ada didunia serta akhirat yaitu :

1. Sabda Rasulullah SAW :

Wahai kelompok Muslimin! Jauhilah perbuatan zina krn padanya ada 6 jenis bahaya,


  1. Tiga di dunia
  2. Serta tiga di akhirat.


Adapun bahaya yang dapat menimpanya di dunia yaitu :


  1. Lenyapnya sinar dari mukanya
  2. Memendek- kan umur
  3. Mengekalkan kemiskinan.


Mengenai bahaya yang akan menerpa di akhirat kedepannya adalah :


  1. Kemurkaan Allah Ta’ala
  2. Hisab (perhitungan) yg buruk
  3. Siksaan di neraka.

(HR Baihaqi)

2. Sabda Rasulullah SAW :

Berhati-hatilah anda mengenai zina. Sebetulnya pada zina itu ada enam (6) hukuman.


  • Tiga semasa di dunia
  • Serta tiga lagi di akhirat.


Mengenai didunia adalah :


  1. Rezekinya bakal menyusut.
  2. Hilang keberkahan hidup, dan
  3. Ruhnya bakal keluar dari tubuh dalam kondisi tertutup dari Allah Ta’ala. Allah akan tidak menyaksikan pada ruhnya.


Adapun nasib yang bakal menimpanya di akhirat adalah :

1. Allah dapat lihat kepadanya dengan pandangan kemurkaan, yang mengakibatkan mukanya bakal jadi hitam.

2. Dia dapat ditarik mukanya dengan rantai ke neraka (api) yang terbesar.

3. Sangkanya amalannya bakal dijalankan dengan jeli serta ketat.
Terkecuali dari balasan dunia serta siksaan di akhirat, ada pula hukuman azab saat ada didalam pendam untuk mereka yang berz!n4 saat di dunia.

3. Rasulullah SAW bersabda :
Siapa saja yang memenuhkan (memakai) matanya pada yang haram, Allah akan memenuhkan matanya dengan bara api neraka Jahanam. Siapapun yang berzina dengan wanita
yang haram baginya, Allah bakal menempatkannya didalam pendam dengan penuh kehausan, menangis, serta sedih. Berwajah bakal dihitamkan seperti gelap gelita. Di tengkuknya bakal digantung dengan ikatan rantai dari neraka. Dia bakal dipakaikan dengan pakaian dari api neraka pada badannya.

Allah akan tidak bicara dengannya pada hari kiamat.

Dia juga akan tidak disucikan (dimuliakan) serta untuk mereka azab yang sangat pedih.
Balasan-balasan dan hukuman lain saat ada di akhirat nantinya adalah :

4. Sabda Rasulullah SAW :

Tiga kelompok manusia Allah bakalan tidak berbicara pada mereka pada hari kiamat, akan tidak melihat pada mereka, serta akan tidak mensucikan mereka, tengah mereka bakal ditimpa
siksaan yang pedih, yakni :

1. Orangtua yang berzina
2. Seseorang raja yang pendusta
3. Orang miskin yang sombong.
(HR Muslim serta Nasa’I)

Hadis ini menjelaskan kalau balasan yang dapat di terima oleh orang-tua yang berzina pada hari kiamat nantinya adalah Allah bakalan tidak bicara serta melihat pada mereka, tengah mereka bakalan tidak disucikan (diampunkan dosa) serta bakal ditimpakan azab siksa yang pedih.

5. Sabda Rasulullah SAW :
Pakar neraka bakal menjerit akibat bau yang terlampau busuk dari kemaluan orang yang berzina. Antara balasan yang bakal di terima oleh beberapa penzina di akhirat nantinya adalah mereka bakal dilemparkan kedalam neraka serta kemaluan mereka bakal keluarkan bau yang sangat sangat busuk hingga mengakibatkan beberapa penghuni neraka yang lain menjerit-jerit kemarahan serta terasa tertekan dengan bau yang kuat serta busuk itu..!

Wa na’uzu bi Allahi min zalik!

6. Rasulullah SAW bersabda :

Penzina pada hari kiamat, akan datang dalam kondisi kemaluan mereka bernyala dengan nyalaan api.

Semuanya makhluk mengetahui mereka krn bau kemaluan yang sangat busuk. Muka-muka mereka bakal ditarik ke neraka.

Jika mereka masuk neraka, malaikat Malik bakal menggunakankan mereka dengan sepasang pakaian besi dari api neraka. Seumpamanya pakaian besi itu ditempatkan diatas satu gunung, nescaya ia bakal lebur jadi abu.

Malaikat Malik berkata : “Wahai sekalian malaikat, tancapkan mata-mata mereka dengan paku-paku besi seperti mereka lihat pada yang haram".

Ikatkan tangan-tangan mereka dengan ikatan api neraka seperti mereka mengerjakannya (memeluk) pada perkara yang haram.

Ikatkan kaki-kaki mereka dari ikatan api neraka seperti mereka jalan pada tempat yang haram.

Malaikat Zabaniah berkata : “Ya…Ya…!

Malaikat Zabaniah mengikat tangan-tangan serta kaki-kaki mereka, serta mata-mata mereka ditancapkan dengan paku neraka.

Mereka semuanya menjerit serta berkata :

“Wahai sekalian malaikat Zabaniah! Kasihanilah kami …! Ringankanlah kami dari azab siksa buat saat itu juga.

”Malaikat Zabaniah berkata : “Bagaimana kami akan mengasihi anda sedang Allah Yang Maha Pengasih demikian sangat memurkai anda. ”

Sekianlah nasib yang jelek untuk orang yang lakukan zina semasa di dunia. Rayuan untuk rayuan tak diindahkan.

Hukuman serta siksaan terus diteruskan untuk menghukum mereka.
Semasa Isra’ serta Mikraj, Nabi Muhammad SAW melihat balasan yang di terima oleh orang- orang yang berzina.

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang dihukum karena dosa zina ini, dan semoga Allah menjauhkan kita dari godaan-godaan yang membuat kita menjadi seorang pezina. Amiin ya rabbal alamiin...



Source :
http://sockingtravel.com/2016/06/06/dahsyatnya-azab-bagi-pelaku-znh-di-dunia-dan-akherat-tolong-sebarkan-agar-orang-orang-tidak-menyepelekan-larangan-bergaul-bebas/


Berpuasa pada bulan Ramdhan adalah sebuah kewajiban bagi ummat muslim, kendati puasa ini menahan lapar dan minum di siang hari ternyata tidak merugikan bagi kesehatan tubuh, justru memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Apa sajakah manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh kita? Berikut ulasannya.

  • Meningkatkan kemampuan otak

Puasa dapat meningkatkan neurotropik yang diturunkan dari otak, yang membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, dan pada akhirnya dapat meningkatkan fungsi otak. Penurunan jumlah hormon kortisol pada saat berpuasa yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dapat membuat seseorang menurunkan tingkat stres.


  • Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Sakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Berpuasa memiliki dampak yang baik untuk kesehatan jantung, ketika berpuasa, tubuh melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang bagik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.



  • Menurunkan kadar kolesterol

Ilustrasi (c) Istockphoto
Penurunan berat badan pada saat berpuasa merupakan salah satu manfaat puasa. Sebuah penelitian di Uni Emirat Arab menyimpulkan bahwa orang yang berpuasa terjadi pengurangan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol rendah meningkatkan kesehatan jantung, sehingga dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung atau stroke. Terlebih lagi jika mengikuti program diet sehat, tingkat kolesterol pun dapat diturunkan dengan mudah.


  • Dapat berpikir lebih tajam dan lebih kreatif

Puasa dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, menurut sebuah penelitian pikiran yang melambat dapat membuatnya bekerja lebih tajam. Rasa lapar ketika berpuasa merupakan masalah yang wajar apabila rasa lapar memaksa untuk berpikiran lebih tajam dan lebih kreatif.


  • Mengurangi kebiasaan buruk

Berpuasa adalah salah satu cara yang tepat untuk mengubah gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan buruk. Selama kegiatan berpuasa dapat menghentikan kebiasaan seperti merokok dan makan makanan yang manis.


  • Mengontrol berat badan

Berpuasa dapat membuat tubuh untuk lebih mudah menurunkan berat badan. Tidak perlu melakukan diet yang berlebih untuk menurunkan berat badan. Dengan makan makanan secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan yang sehat selama berpuasa.



  • Menyehatkan ginjal

Ginjal berfungsi untuk sebagai saringan zat berbahaya dari yang kita makan dan minum. Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urin dalam tubuh mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dengan berkurangnya asupan air pada saat menjalankan ibadah berpuasa, target untuk mencapai kekuatan osmosis dalam urin dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan berdampak baik untuk kesehatan ginjal.



  • Mengeluarkan racun dalam tubuh

Manfaat puasa juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh yang menumpuk atau mendetoksifikasi. Selama berpuasa, Anda dapat mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam sistem pencernaan dalam satu bulan. Ketika tubuh memakan cadangan lemak untuk mendapatkan energi, cadangan lemak akan membakar setiap racun yang berbahaya dalam tubuh.



  • Mencegah diabetes

Ilustrasi (c) lchdhealthcare
Diabetes dapat disebabkan karena tingginya kadar gula dan kolesterol yang terdapat dalam tubuh. Dengan kegiatan berpuasa konsumsi gula dan makanan yang berlemak akan dapat terkontrol sehingga pada akhirnya dapat mencegah diabetes dan penyakit turunannya.



  • Menyerap banyak nutrisi

Metabolisme akan menjadi lebih efisien ketika berpuasa. Metabolisme yang efesien berarti jumlah nutrisi yang akan diserap dari makanan menjadi semakin besar. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan hormon adiponectin yang diproduksi oleh kombinasi antara puasa dengan sahur, sehingga memungkinkan untuk menyerap lebih banyak nutrisi.


  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Pada saat berpuasa, tubuh akan lemas yang menurut beberapa orang akan menjadi lebih mudah sakit. Hal ini salah dan ternyata puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ketika berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit bahkan sampai 10 kali lipat dalam tubuh, hal ini dapat memberikan pengaruh yang besar dan baik terhadap sistem kekebalan tubuh, sehingga puasa dapat menghindarkan dari berbagai virus.


  • Mengatasi sakit sendi atau encok

Dengan berpuasa secara teratur dapat meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh yang pada akhirnya akan membuat sakit encok sedikit demi sedikit menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral atau pembasmi bakteri dengan membaiknya radang sendi atau penyebab encok itu sendiri.

Itulah manfaatnya puasa bagi kesehatan tubuh manusia, ternyata keutamaan puasa bukan hanya mendapatkan pahala yang berlipat bagi kita semua tetapi secara ilmiah aktivitas puasa juga memberi dampak positif bagi tubuh kita. Semoga puasa kita berkah dan diterima disisi Allah SWT.



Source :
http://ayokesehatan.blogspot.co.id/2014/07/12-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-tubuh.html?m=1


Sejarah Islam – Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara bulan yang lain bagi umat Islam. Dimana pada bulan Ramadhan ini pahala semua amal ibadah digandakan oleh Allah SWT. Di bulan Ramadhan juga ummat muslim di muka bumi ini diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjalankannya rukun Islam yang ke empat yakni berpuasa, dimana puasa tersebut merupakan kewajiban bagi semua ummat muslim pada bulan Ramadhan. Nah tahukah kita kenapa dan kapan pertama kali puasa pada bulan Ramdhan ini diperintahkan oleh Allah SWT?. Sebagaimana firman Allah dalam Alqur'an. :
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS: Al Baqoroh: 183).
Dalam ayat ini Allah memanggil orang-orang yang beriman untuk melaksanakan puasa yaitu menahan dari makan, minum, dan hubungan suami istri dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Sebagai pembersih jiwa dan mensucikan dari perbuatan yang tercela dan dimurkai Allah. Dan disebutkan juga bahwa ini (puasa) diwajibkan kepada kita sebagaimana telah diwajibkan kepada ummat sebelum kita sebagai teladan yang baik. Dan kita dianjurkan untuk melaksanakan lebih baik dan sempurna lagi dari pada yang telah dilakukan oleh mereka. Sebagaimana firman Allah SWT.
“untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. (QS: Al Maidah: 48)
Untuk itulah maka Allah menurunkan ayat
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS: Al Baqoroh: 183)
Karena puasa didalamnya bisa mensucikan badan dan menyempitkan jalannya setan masuk ketubuh manusia, sebagaimana yang telah diseutkan didalam Hadits Nabi :”
“Wahai para pemuda siapa saja diantara kamu yang sudah mampu maka menikahlah dan siapa yang belum mampu maka berpuasalah sesunguhnya didalam puasa itu merupakan penawar (penekan nafsu syahwat)” (HR: Bukhori Muslim)

Dan kewajiban puasa pun tidak setiap hari, agar supaya tidak memberatkan kepada manusia tetapi pada hari-hari yang telah ditetapkan. Pada masa permulaan Islam mereka puasa tiga hari setiap bulannya, kemudian puasa itu dihapus dan diganti dengan puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, yang mana akan kita bahas berikutnya.
Telah diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, ‘atho’, qotadah dan Dhahhaq:” bahwa pertama kali diwajibkan puasa sebagaimana yang dilakukan oleh umat sebelumnya yaitu 3 hari setiap bulannya, dan ini berlangsung diwajibkan dari masa Nabi Nuh AS. Sampai Allah menggantinya dengan puasa Ramadhan.

Imam Ahmad berkata, berkata Abu Nadhir, berkata As Su’udiy, berkata Amr Ibu Murroh dari Abdur Rahman Ibnu Abi Laila Dari Mu’adz Ibmu Jabal R.A, Berkata :”terjadi perubahan dalam shalat 3 kali perubahan, dan begitu juga puasa juga ada 3 perubahan, sedangkan perubahan yang terjadi dengan shalat yaitu ketika Nabi SAW, hijrah ke madinah dan beliau Shalat selama 17 Bulan menghadap ke Baitul Maqdis kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi:
“sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.” (QS: AL Baqoroh: 144)
Maka Allah mengganti arah Shalat dari baitul Maqdis ke baitul Haram (Makkah), ini adalah perubahan arah kiblat.

Dan dikatakan sebelumnya mereka berkumpul untuk Shalat, mereka memanggil satu sama lain, kemudian mereka menggunakan alat, yaitu lonceng untuk mengumpulkan mereka, kemudian ada seorang Anshor Abdullah Ibu Zaid ibnu Tsa’labah ibnu Abi rabbah mendatangi Rosulullah SAW dan berkata :”wahai Rasulullah .! sesungguhnya saya bermimpi seandaiya bukan dalam mimpi maka anda akan langsung mempercayainya, saya dalam keadaan antara sadar dan tidak saya melihat seseorang yang memakai pakaian warna biru dan menghadap kiblat dan seraya mengucapkan :”Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. , Asyhaduallailahaillallah 2 kali.. sampai selesai adzan, kemudian setelah beberapa waktu berhenti maka dia melanjutkan dengan mengucapkan sebagaimana yang telah diucapkan sebelumnya hanya saja ditambah denga Qod qomatishsholah…dua kali. Maka Rosulullah bersabda :”beritahu Bilal dan suruh dia Adzan dengan itu (lafadz) tersebut) “.
Bilal adalah orang yang pertama melantunkan adzan dengan lafadz itu, dan dikatakan juga, datang jiga Umar r.a dan berkata, “ya Rasulullah, telah datang kepada saya seperti yang terjadi padanya, hanya saja dia telah mendahuluiku”. Inilah perubahan untuk menyeru ummat Muslim melaksanakan Shalat .

Sedangkan perubahan yang terjadi didalam kewajiban puasa ketika Rasulullah hijrah ke madinah Rasulullah puasa tiga hari setiap bulannya dan puasa ‘Asyuro (10 Muharram), kemudian Allah SWT mewajibkan puasa, dengan firmanNya
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS: Al Baqoroh: 183-184)
Pada waktu turunnya ayat ini siapa yang berhendak puasa maka mereka puasa dan bagi yang tidak berkehendak maka cukup memberi makan kepada orang miskin, maka cukuplah memilih diantara keduanya. Keudian Allah menurunkan ayat selanjutnya yang berbunyi
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS: Al Baqoroh: 185).

Dengan ayat itu maka Allah mewajibkan berpuasa bagi yang sehat (tidak sakit) dan muqim (tidak dalam perjalanan), dan Allah memberikan keringanan kepada orang yang sakit dan dalam perjalanan, dan membayar fidyah bagi orang tua lanjut usia yang tidak mampu lagi berpuasa. Inilah perubahan dalam puasa.

Diriwayatkan dari Muadz r.a berkata: “ini ayat pertama yang merupakan perintah bagi siapa yang mau berpuasa, dan yang tidak pusa tidak mengapa dengan memberikan makan kepada orang miskin setiap hari” dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dari salmah bin Al A’wa’ ketika turun ayat ini mengatakan: siapa yang tidak menginginkan berpusa maka boleh, sampai turun ayat setelah itu, dan ayat ini di nasakh (di hapus),
Dia berkata: “mereka makan, minum dan mendatangi istri-istri mereka sebelum mereka tidur, jika sudah tidur maka dilarangnya, kemudian salah satu orang Ansor (Shormah), suatu ketika dia puasa sampai sore kemudian mendaangi istrinya, kemudian shalat Isya’ dan kemudian tidur, dan dia tidak makan ataupun minum sampai pagi dan dilanjutkan dengan puasa pada hari berikutnya, ketika Rasulullah menjumpainya dengan keadaannya yang sangat kepayahan, kemudian Rasulullah bersabda: “kenapa saya melihat anda dalam keadaan payah seperti itu? Maka dia menjawab: “wahai Rasulullah, kemarin saya puasa dan langsung mendatangi istriku kemudian saya pergi tidur dan paginya langsung puasa”.
Suatu ketika Umar mendatangi istrinya setelah tidur malam pada malam bulan Ramadhan, kemudian menceritakan apa yang dilakukannya kepada Nabi SAW, maka Allah menurunkan firmanNya:
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS: Al Baqoroh: 187)

Diriwayatkan oleh Au Daud didalam sunannya, Hakim di Mustadrok, Bukhori, Muslim dari Hadits zuhri dari Urawah dari ‘Aisyah berkata: “ketika puasa Asyuro (10 Muharrom), ketika turun ayat yang mewajibkan puasa Romadon, siapa yang menghendaki puasa maka berpuasa dan yang tidak maka berbuka (tidak puasa)”. Wallahu a’lam bishshowab…


Source :
http://ltqalhikmah.com/asal-mula-diwajibkannya-puasa-ramadhan/

karena dikejar kesibukan orang tua utamanya sang ayah sering melupakan kewajibannya kepada keluarga termasuk kepada anak, banyak yang tidak menyadari bahwa pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya adalah bekal bagi sang anak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Pendidikan oleh orang tua adalah pondasi bagi seorang anak untuk berjalan menentukan pilihan hidup di masa depan, rusak atau sukses sangat tergantung dari pondasi yang dibangun oleh orang tua.

Merasa bertanggung jawab karena telah bisa menghidupi anak, mencukupi kebutuhan anak sehari-hari dan memberikan lebih uang jajan kepada anak itu adalah kesalahan paradigma yang salah oleh seorang ayah. Nah berikut 8 Ciri-ciri ayah yang merugi karena melalaikan kewajibannya sebagai seorang ayah.
  • Ayah yang setiap hari sibuk cari uang tapi tak mau melihat peluang, saat libur gadget jadi penghalang 
  • Ayah yang pergi gelap pulang gelap tanpa meninggalkan kesan saat anak terlelap 
  • Ayah yang takut sekali dipecat bos tapi tak takut dilaknat Allah
  • Ayah yang tak bisa ijin dari kantor karena profesionalitas, tapi bisa ijin dari keluarga karena di kantor energi sudah terkuras 
  • Ayah yang tak bisa ijin dari kantor karena profesionalitas, tapi bisa ijin dari keluarga karena di kantor energi sudah terkuras 
  • Ayah tak mau tahu perkembangan bunda dan anak, yang penting semua aman dan lancar 
  • Urusan sekolah anak urusan bunda, yang penting bayaran sekolah Iancar 
  • Titip anak ke asisten rumah tangga tapi titip uang dan perhiasan ke bank 


TERLEPAS ALASAN APA YANG MENDASARI AYAH MELAKUKAN IT U SEMUA, TAPI... MAUKAH AYAH MEMBERIKAN ENERGI DAN PIKIRAN LEBIH UNTUK KELUARGANNYA?


Rugi bukan karena bisnisnya yang rugi atau penghasilan berkurang atau tidak adanya kesempatan kenaikan karir di tempat kerja dsb.

TAPI RUGI ADALAH SAAT AYAH TAK MAMPU MEMANFAATKAN KESEMPATAN YANG DIBERIKAN ALLAH DI DUNIA DALAM MENDIDIK DIRI DAN KELUARGANYA SESUAI PERINTAH ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.





Tulisan ini adalah sebuah kisah inspirasi tentang Kasih seorang ibu yang tidak terbatas dan tidak bisa diukur dengan apapun di dunia ini. Kisah inspiratif ini Admin baca dari akun Facebook yang share tulisan ini. Singkat tapi penuh makna dan inspirasi cinta kasih orang tua kepada anaknya. Penasaran bagaimana kisahnya, mari kita baca bersama-sama semoga bisa memberi inspirasi kepada Anda untuk lebih mencintai orang tua anda selagi ia masih berada disisi Anda. Nih dia kisahnya...


Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya pada ibunya?
.
"bu, kenapa tiap ulang taun gak Pernah ngasih apa2?
.
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
.
''Nak kan masih Lama?''
.
Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar.
.
Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan.
.
Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata pada ibunya itu?
.
''Maaf bu, saya tidak yakin anak ibu bisa bertahan,Jantungnya terluka dan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan.
.
Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya.
Anaknya terbaring lemas dan berkata?'' :
.
''Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
.
ibunya tak kuasa membendung air matanya,kemudian ia menggengam tangan putranya sambil menangis.
Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya udah sembuh.
.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik kertas diatas kasurnya.
Dia membuka pelan2 dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
.
''Nak, ibu senang banget jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahun kamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..
.
Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipakan jantung ibu padamu. jaga baik-baik Nak, selamat ulang tahun penuh keberkahan ya..
.
Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada sedih..
.
SUBHANALLAH..
Sang bunda sejati meninggal dunia karena lebih memilih mendonorkan jantungnya demi menyelamatkan putranya.
.
Ya Allah jadikanlah ibu kami menjadi penghuni SyurgaMu, dan haramkanlah wajah kedua orangtua kami dari panasnya api neraka AAMIIN..
.
SUDAH BACA LIKE, KOMEN AAMIIN, LALU BAGIKAN DENGAN IKHLAS!

Semoga kisah bisa bermanfaat bagi kita semua, bisa menjadi kisah inspirasi untuk lebih menyayangi orang tua kita..Amiinnn
Shalat adalah ibadah yang paling utama didalam agama Islam, dimana shalat merupakan ibadah yang menjadi penentu untuk ibadah lainnya. Shalat juga merupakan ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat kelak, bila amalan shalat seseorang baik maka ia akan menjadi seseorang yang beruntung dan begitu pula sebaliknya.

Dalam suatu  hadits, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak merupakan shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya." [HR. Tirmidzi]

Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk rutin mendirikan shalat. Namun, dizaman yang sudah modern semacam kini ini tampaknya tidak sedikit orang yang sudah mulai memandang remeh shalat. Bahkan hanya karena suatu argumen yang sepele saja, seseorang dapat dengan mudah meninggalkan shalat.

Bahkan kini tidak sedikit orang yang menganggap bahwa shalat itu hanya sebagai rutinitas ibadah semata. Ada juga seseorang yang melaksanakan shalat karena terpaksa dan lain sebagainya. Hal-hal semacam inilah penyebab seseorang yang rajin shalat namun masuk neraka, karena dalam melaksanakan ibadah tersebut mereka tidak dengan tutorial ikhlas meperbuatnya.

Dan berikut ini ada beberapa golongan orang yang rajin shalat namun masuk neraka.

1. Shalat Namun Suka Berdusta

Berdusta merupakan salah satu dosa besar dan diancam siksa yang pedih di akhirat kelak. Dizaman semacam ini, kebohongan tampaknya sudah menjadi suatu kebiasaan di kalangan masyarakat. Padahal, sekecil apapun suatu  kebohongan akan tetap dianggap sebagai dosa besar.

Meskipun ada seseorang yang rajin shalat dan beribadah, namun jika lisannya suka berbohong maka shalat dan ibadahnya akan sia-sia semata. Karena kebohongannya itu akan menghapus amal-amalnya. Dan jika ia mati dalam keadaan tidak bertaubat kepada Allah, maka dia akan dimasukkan kedalam neraka.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta." [QS. An-Nahl ayat 105]

Berbohong menunjukkan salah satu ciri dari golongan orang-orang yang munafik. Untuk itulah mengapa kita sebagai umat Islam wajib menjauhi yang namanya tindakan dusta, karena itu dapat menyengsarakan kita baik di dunia dan di akhirat.\

2. Shalat Namun Minum Minuman Keras

Hal ini tidak jarang kita jumpai dikalangan masyarakat, tidak sedikit sekali orang yang meperbuat shalat namun suka meminum minuman keras. Inilah akibatnya jika menganggap shalat hanya sebagai suatu  rutinitas semata, sehingga dalam melaksanakannya tidak dibarengi dengan hati yang ikhlas. Minuman keras merupakan segala jenis minuman yang memabukkan. Dan minuman semacam ini sangat dilarang oleh agama Islam. Tidak sedikit, orang yang shalat belum tentu dapat terhindar dari minuman keras (khamr).

Rasulullah sendiri berkata bahwa setiap minuman keras itu merupakan induk dari segala macam kejahatan, bahkan Rasulullah juga melarang setiap muslim untuk mendekati khamr, apalagi meminumnya. Baik sedikit atau tidak
sedikit, khamr merupakan barang haram yang tidak boleh diminum oleh orang yang beragama Islam.

Rasulullah juga melaknat orang-orang yang berhubungan dengan minuman keras (khamr), untuk itu sebagai umat Islam wajib hukumnya untuk menghindari khamr dan menjauhinya. Dan segeralah bertaubat jika pernah meminumnya, karena meskipun shalatnya rajin, tapi jika suka meminum khamr maka neraka akan menjadi tempat kembalinya.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa minum khamr, tentu Allah memberi minum kepadanya dari air panas neraka Jahannam" [HR. Al Bazzar]

3. Shalat Namun Percaya Dukun

Orang yang shalat namun ia percaya dengan dukun atau tukang ramal merupakan salah satu orang yang dapat dikatakan shalat namun ia masuk neraka. Semacam kita ketahui, dukun merupakan orang yang mengaku bahwa dia mengetahui perkara-perkara ghaib dan tersembunyi.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, orang yang percaya kepada dukun makan shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Selain itu, percaya dengan dukun merupakan termasuk dalam kategori dosa besar.

Karena hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Percaya kepada dukun juga dapat dikategorikan sebagai tindakan musyrik, karena dukun itu merupakan orang yang bersekutu dengan bangsa jin. Dan jika kita mempercayainya, maka kita akan terkena dosa syirik.

Untuk itu, jika ada orang yang shalat namun mempercayai dukun, benda pusaka, dan sejenisnya, maka ia akan terancam dosa yang sangat besar.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian ia membenarkan apa yang dikatakannya itu, maka sesungguhnya ia sudah inhkar kepada apa yang sudah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW" [HR. Abu Dawud, at Turmudhi dan Ibnu Majah]

4. Shalat Tapi Suka Menggunjing Orang Lain

Allah SWT berfirman:

"Apakah yang memasukkan anda ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kita tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan merupakan kita membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan merupakan kita mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kita kematian". Maka tidak bertujuan lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang membagikan syafa'at." [QS. Al-Muddaththir ayat 42-48]

Dalam ayat diatas, salah satu penyebab orang masuk neraka merupakan karena suka membicarakan ketidak lebih baikan orang lain. Orang yang mendirikan shalat, namun suka membicarakan kejelekan orang lain maka ia akan ditempatkan didalam neraka Saqar.
Allah melarang kita untuk membicarakan aib orang lain, Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah tidak sedikit purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari ketidak lebih baikan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara anda yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah anda merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." [QS. Al-Hujarat ayat 12]

5. Shalat Namun Mengabaikan Anak Yatim

Orang-orang yang shalat namun mengabaikan anak yatim merupakan termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Hal ini sudah jelas diterangkan dalam Alquran surat Al-Ma'un.

Maka, orang yang shalat namun tidak mau menolong orang miskin, mengabaikan anak yatim, dan enggan menolong sesama merupakan termasuk dalam orang-orang yang celaka. Sehingga, sekalipun ia ahli ibadah maka ia juga dapat masuk ke neraka karena ia menyia-nyiakan anak yatim.

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang amalan shalatnya baik di hadapan Allah SWT. Amiin!!!


Source :
Sebagaimana kita ketahui banyak tempat didunia ini dimana Rasulullah SAW bisa dilahirkan disitu dan agama islam diperkenalkan, misalnya daratan china, eropa dan sebagainya, dimana terdapat peradaban-peradaban tua yang jauh sebelumnya sudah berkembang sebelum Rasulullah dilahirkan dan sebelum agama Islam diturunkan.

Kenapa Allah SWT memilih daratan Jazirah Arab atau tepatnya dikota Makkah sebagai tempat dimana Raslullah SAW dilahirkan dan diutus sebagai Rasul pembawa kebenaran. Tentu ada hal-hal yang mendasari itu semua sehingga Allah memilih Makkah sebagai tempat kelahiran manusia terbaik yang pernah lahir dimuka bumi ini. Nah berikut ulasan-ulasan alasan yang mendasari dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat kelahiran Raslullah dan Agama Islam diturunkan, mari kita simak bersama-sama.

Hampir sekitar dua ribu tahun lamanya, kenabian dipegang oleh Bani Israil mulai dari Nabi Ya’kub hingga Nabi Isa ‘Alaihi salam. Namun setelah nabi Isa ‘Alaihi Salam tiada, kenabian berpindah ke bani Quraisy. Dengan berpindahnya tambuk kepemimpinan dari langit ini, Yahudi merasa terkhianati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mereka sudah meyakini diri sebagai kelompok yang terpilih. Bagaimana mungkin tongkat risalah berpindah ke sebuah suku di Jazirah Arab yang bahkan tidak terkenal.

Namun kehendak Allah sudah jelas, kenabian tak lagi diteruskan dari bani Israel tapi harus dari suku Quraisy. Pertanyaannya sekarang mengapa suku Quraisy? Mengapa suku yang ada di jazirah Arab? Apakah hal ini hanya kebetulan? Kehendak Allah tidak ada yang namanya kebetulan, semuanya sesuai dengan skenario yang Maha Kuasa.

Ternyata pertanyaan tersebut bisa dijawab oleh surat Quraisy ayat 1-4, sebagai berikut:
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik Rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. (QS. Quraisy: 1-4)

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa suku Quraisy adalah suku yang memiliki kebiasaan-kebiasaan positif. Kebiasaan positif yang pertama yakni mereka adalah suku yang dinamis. Mereka bepergian pada musim dingin hingga jauh ke negeri Yaman, sedangkan pada musim panas mereka bergerak hingga ke negeri Syam. Pergerakan ini mereka lakukan dalam rangka urusan bisnis jual beli. Dan fakta mencatat, bahwa bangsa yang maju adalah bangsa-bangsa yang mampu melampaui batas-batas wilayah mereka.

Mereka mempunyai kemampuan melakukan koneksi dan pandai dalam kemampuan menjual. Dua kemampuan ini akan menjadi modal berharga bagi tersebarnya islam. Terbukti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mampu menyebarkan pesan-pesan Allah dengan cara merangkul orang-orang dari hati ke hati.

Suku Quraisy pun merupakan suku yang mempunyai semangat spiritual. Secara turun-temurun mulai dari Nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam mereka menjadi penyembah Allah pemilik Ka’bah sekaligus menjadi pemelihara rumah Suci itu. Memang pada perkembangannya, kemurnian tauhid Nabi Ibrahim dibengkokkan oleh kemusyrikan-kemusyrikan, hingga Ka’bah dipenuhi berbagai patung yang disembah.

Namun sejarah mencatat, suku Quraisy terutama Bani Hasyim mampu berkorban demi agama. Kita bisa baca bagaimana anak keturunan Bani Hasyim bekerja melayani jamaah haji pada masa Pra islam. Mereka menyediakan air secara gratis dan mereka pun tidak segan menyembelih ratusan unta hanya untuk menjamu para jamaah haji yang merupakan ‘tamu Allah’ itu. Maka dari gen orang-orang Quraisy yang memiliki cahaya Ilahi inilah Nabi Muhammad dipilih.

Dari segi ekonomi, Bani Quraisy juga merupakan suku yang cukup powerfull. Sebagai contoh, Nabi Muhammad saja memberikan 100 ekor unta pada Khadijah sebagai mahar pernikahan. Katakanlah kita hitung harga 1 ekor unta dengan harga 10 juta saja. Maka Nabi Muhammad sudah mengeluarkan sekitar Rp. 1 milyar untuk mas kawinnya saja.

Dengan kata lain, pada Bani Quraisy dua kekuatan besar berpadu yakni kekuatan ekonomi dan kekuatan intelekual spiritual. Dua kekuatan ini menjadi modal berharga bagi tersebarnya islam. Keberadaan keduanya mampu memberi pengaruh pada diri orang lain.

Mereka pun memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat erat dimana mereka akan saling menjaga satu sama lain. Maka ketika mereka sudah mengakui kebenaran islam, mereka akan melaksanakan kewajibannya untuk menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia dengan semangat pengorbanan jiwa raga. Mereka pun akan kokoh bahu membahu saling melindungi satu sama lain ketika pihak musuh menyerang sehingga islam tidak akan mudah untuk digoyahkan.

Jadi alasan yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad diutus kepada kaum jahiliyah (bodoh) sebenarnya bukanlah bodoh dalam ilmu duniawi, namun bodoh dalam ketauhidan.


Sumber :
http://www.kabarmakkah.com/2016/05/rahasia-dipilihnya-jazirah-arabia.html
Salah satu hal yang semua orang pernah mengalaminya adalah sakit hati. Banyak faktor yang menyebabkan rasa sakit hati itu datang pada seseorang seperti, Perbedaan pendapat yang menyebabkan konflik dengan orang tertentu, rasa iri hati, ketidak mampuan dan ekspektasi yang tidak sesuai kenyataan. Seperti halnya gembira, rasa sakit hati ini juga sering hadir berkali-kali dalam kehidupan manusia. Namun perlu diketahui bahwa rasa sakit hati bisa jadi merupakan ujian bagi sebagian orang atas imannya. 

Namun jika perasaan ini dibiarkan tersimpan dalam hati, maka akan bisa membuat hati tidak sehat, mendatangkan stress bahkan depresi dan menghilangkan ceria dalam kehidupan kita.
Bagaiman cara mengatasi rasa sakit hati ini agar tidak menimbulkan dosa dalam hidup kita? 

1. Muhasabah Diri
Sebelum kita menyalahkan orang lain, seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri. 
Mungkin kita sakit hati oleh kata-kata saudara kita, padahal dia tak bermaksud menyakiti. Cuba bertanya pada diri sendiri, mengapa saudara kita  bersikap demikian.
Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan kepadanya.

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri Hati Dan Dengki
Iri hati dan dengki adalah beberapa ruang  yang menjadi pintu bagi syaitan untuk memasuki hati manusia.
Angan – angan yang berlebihan, dapat membuat seseorang buta dan tuli.
Bila tidak dilandaskan iman, seorang yang berangan-angan cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dicitanya.
Demikian sifat iri hati dan dengki.
Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat material, kehormatan, dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini.
Manusia juga tak akan pernah berasa bersyukur, kerana selalu merasa kurang.
Dia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan melebihi dirinya.
Maka hapuskanlah terlebih dahulu sikap cintai dunia, sehingga dengki  menghilang
Rasulullah bersabda,
“Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Iaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati.
Bila marah telah timbul dalam hati manusia, kadangkala manusia bertindak tanpa pertimbangan akal. 
Jika akal sudah lemah, tinggallah hawa nafsu. Dan syaitan pun leluasa melancarkan serangannya, lalu mempermainkan diri manusia.
Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahawa Iblis pernah berkata, “Jika manusia keras hati, maka kami akan membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.”

4. Memupuk Sifat Pemaaf.
“Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” Surah Al-A’raf : 199.
Allah sang Khaliq, Maha Pemaaf terhadap hambaNya.
Tak kira sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika dia bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf selebar-lebarnya.
Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepatutnya berlaku sombong, dengan tidak mahu memaafkan kesalahan orang lain, sebelum dia meminta maaf. Insya Allah, dengan begitu, hati akan lebih terasa lapang.
Rasulullah bersabda,
“Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, nescaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan bergaulah dengan manusia lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).

5. Husnuzon (Berprasangka Baik).
Allah berfirman:
“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian mengejek sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12).
Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga dia memperkecilkan orang lain. 
Dia mengatakan macam-macam tentang orang lain, dan mengatakan dirinya lebih baik.
Tentu, perkara ini  yang tidak benar.
 Setiap muslim harus mengawasi diri terhadap titik-titik  yang cenderung untuk  memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.

6. Ikhlaskan Diri.
Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan. 
Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah.
 Dia tidak memiliki jiwa yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan kenikmatan, maka dia bersyukur.
Bila Allah mengujinya dengan kesusahannya pun, dia bersabar.
Dia selalu percaya bahawa Allah akan sentiasa memberikan yang terbaik kepada hambaNya.
Orang yang ikhlas akan lebih mudah menangani hatinyanya untuk selalu menyerahkan segalanya hanya kepada Allah. Hanya kepadaNyalah dia mengantungkan harapan.

Memaafkan  adalah bentuk rasa cinta yang tertinggi dan yang terindah,
Sebagai balasannya kita akan menerima kedamaian dan kebahagiaan yang tak terhingga.
Kadangkala, sulit membiarkan cinta membimbing kita pada saat hati kita disakiti oleh orang lain.
Tetapi, biarpun luka hati itu kecil atau besar kita tidak akan boleh benar-benar bahagia sebelum memberi maaf..

Source :
http://akuislam.com/blog/doa/penawar-sakit-hati/
Kisah Orang Shaleh yang Salah Berdoa
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang tidak akan pernah luput dari namanya dosa, tak satupun manusia yang diciptakan ke muka bumi ini yang sempurna, panca indra manusia merupakan sumber datangnya dosa yang sangat sulit dihindari oleh manusia, mata, telinga, lidah dan tangan merupkan penyumbang terbesar sumber dosa tersebut. Seperti kata pepatah "Lidah lebih tajam dari pedang" mengisyaratkan bahwa lidah mampu merusak manusia lebih dari sebilah pedang karena ia bisa merusak dari dalam dan dari luar bahkan mampu menghancurkan banyak orang sekaligus. Bahkan dalam berdoapun bisa saja melahirkan sebuah dosa yang tak disangka-sangka.
Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada-Nya dan terdapat sebuah kisah orang shaleh yang ‘salah’ berdoa sehingga dia harus menanggung resiko dari doa yang telah dipanjatkannya. Kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi setiap muslim untuk menggunakan lisan dengan sebaik-baiknya karena lisan merupakan senjata yang paling tajam. Bagaimana kisahnya?
Islam selalu mengajarkan kepada setiap umatnya untuk menjaga lidah dengan hati-hati, jika seseorang tidak mampu menjaga lisannya maka diam merupakan hal yang paling mulia. Rosulullah selalu memberikan contoh kepada setiap umatnya untuk menjaga lisan yaitu dengan bertutur kata baik dan jika tidak diperlukan maka sebaiknya cukup dengan diam. Hal ini disebabkan karena lisan merupakan jaminan keselamatan seseorang setelah kemaluannya. Rosulullah juga menganjurkan kepada umatnya untuk mengatakan hal kebaikan saja atau lebih baik diam jika tidak mampu menyampaikan kebajikan kepada orang lain.
Ada sebuah kisah yang dapat menjadi pelajaran bagi setiap muslim agar selalu menjaga lisannya karena shalat orang-orang shaleh akan sirna jika mereka tidak menjaga lisannya. Kisah ini telah diceritakan oleh Ibnu Athailah dalam Al-Hikam yang cukup populer. Kisah ini menceritakan seorang muslim yang shaleh tetapi telah melakukan kesalahan dengan lisannya sehingga dia harus menanggung resiko dari lisannya.
Kala itu ada seorang muslim yang shaleh dan setiap harinya dia mambagi waktunya untuk bekerja dan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasadnya yaitu untuk makan dan minum, sedangkan dia beribadah untuk memenuhi kebutuhan jiwanya yaitu memenuhi kewajibannya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
Muslim shaleh tersebut mendapatkan satu potong roti setiap harinya sebagai upah bekerjanya dan roti itu cukup untuk memberikan energi bagi tubuhnya sehingga mampu beribadah kepada Allah SWT. Namun muslim shaleh ini ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT disepanjang hari sehingga dia berdoa kepada Allah SWT agar dirinya mendapat dua potong roti setiap harinya tanpa harus bekerja sehingga dia dapat beribadah dengan lebih rajin dari sebelumnya.
Setelah mengucapkan doa yang terlintas dalam pikirannya tersebut, muslim shaleh ini tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasanya yaitu bekerja dan beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT mengabulkan doa orang shaleh ini dengan memberikan fitnah yang begitu kejam hingga dia harus dipenjara. Selama dipenjara muslim shaleh ini mendapat dua potong roti setiap harinya tanpa harus bekerja.
Di hari-hari pertamanya, dia beribadah lebih rajin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT tetapi setelah berjalannya waktu muslim shaleh ini merasakan betapa menderitanya hidup di penjara karena meskipun dia tidak harus bekerja dan mendapatkan dua potong roti dengan gratis tetapi dia harus menerima hukuman siksaan yang cukup besar sehingga dia merasa tidak sanggup dan menyesali semua doa yang salah itu. Sang shaleh akhirnya memperbanyak istighfar dan menyadari bahwa bekerja merupakan salah satu wujud ibadah kepada Allah SWT jika diniatkan untuk beribadah kepada-Nya.
Demikian informasi seputar kisah orang shaleh yang ‘salah’ berdoa sebagai pelajaran bagi setiap muslim agar lebih berhati-hati dalam menggunakan lisannya, terutama saat berdoa meminta sesuatu kepada Allah SWT.
Source :
http://log.viva.co.id/news/read/766256-kisah-orang-saleh-yang-salah-berdoa
There is something wrong about this case..it is really story from some that through this..may be you dont believe..but it is fact...

Ini kisah nyata dialami seorang manusia. Tentu penulis tidak akan menyebutkan namanya (rahasia perusahaan dong!). Sebutlah namanya Ahmad. Ia seorang yang istimewa. Mudah keluar air matanya bila mengingat Allah dan merasakan hal-hal yang menyentuh hatinya, sering basah matanya dalam shalatnya, sudah tidak mencintai dunia (uang, materi dan selera). Bila pun punya uang, selalu bukan buat dirinya, tapi untuk orang lain yang lebih memerlukannnya. Hatinya bersih. Kuat tidak tidur dan tidak makan berhari-hari. Tidak takut oleh manusia, siapapun, bila menyangkut kebenaran yang ia bela. Ia orang yang tauhidnya terjaga dan sangat dekat dengan Allah SWT melebihi kaum Muslimin umumnya. Ia seorang mukasyafah sehingga biasa berdialog dengan ruh mursyidnya yang sudah meninggal. Tentu, kemampuannya luar biasa. Ia orang yang sudah sangat spiritual. Dalam cerita ini, semua nama yang saya sebutkan, bukan nama aslinya.

Ahmad sahabat saya ini, sudah hampir setahun, sejak mengalami kasyaf (tersibaknya alam ruhani atau tabir spiritual) biasa berdialog dengan gurunya bernama Syekh Habib Syarwani, yang sudah wafat 10 tahun yang lalu. Syekh Habib semasa hidupnya adalah seorang ulama hikmah, dikenal sebagai guru spiritual, seorang mukasyafah, seorang penasehat agama dan kebenaran yang terpercaya. Syekh Habib dipercaya sebagai wali dengan kehebatan karomah-keromahnya. Ia tidak mau meramal-ramal seperti dukun atau ahli hikmah lainnya. Tauhidnya lurus kepada Allah SWT. Semua kalangan dari orang biasa hingga orang-orang pentingnya mengakuinya sebagai guru, penasehat yang tajam, lurus dan menyentuh. Syekh Habib memiliki ilmu hikmah yang luar biasa.

Sejak Ahmad menjadi kasyaf, ruh gurunya terus membimbing hidupnya secara ruhani. Menurut Ahmad, suatu malam, ruh gurunya didampingi beberapa muridnya di alam sana, menawarinya sesuatu: “Ahmad, ini ada Jin Muslim diantara kita, namanya Syekh Maulawi. Ia berumur 400 tahun. Ia mempunyai putri namanya Fatimah, umurnya 200 tahun. Fatimah masih gadis. Syekh Maulawi tertarik padamu, pada keshalehanmu dan kekuatanmu dalam memeluk agama. Kami semua disini menawarkan padamu untuk menikahi Fatimah binti Maulawi. Bagaimana pendapatmu? Silahkan fikirkan dan pertimbangkan.”

Tentu Ahmad kaget luar biasa. “Menikah dengan jin?” Tidak pernah terbayang sedikitpun sebagai murid Syekh Habib Syarwani kemudian akan dinikahkan dengan jin. Ini sangat mengagetkan dan sama sekali baru mengalami tawaran seperti ini. Mendengar pun, pernikahan antar manusia dan jin, belum pernah. Mau menolak, ia sangat takzim pada Syekh sebagai gurunya lahir batin sejak hidupnya. Menyatakan mau juga tidak terbayang bagaimana jadinya dan nantinya. Dalam kebingungannya, ia mendesah:
“Menurut Syekh bagaimana?”
“Ini hanya tawaran. Bersedia syukur, tidak pun tidak apa-apa.”
“Menurut Islam bagaimana? Saya kan manusia.” Tanya Ahmad lagi ingin tahu bagaimana dari sudut hukum agama.
“Tidak ada larangan.” Jawab gurunya kalem.

Pikiran Ahmad masih terus diliputi kebingungan. Selama berbulan-bulan sejak ia bisa berdialog dengan gurunya tersebut secara ruhani, Ahmad sudah terbiasa melihat jin. Oleh jin-jin kafir yang buruk rupa, yang wajahnya semrawut, tidak beraturan, sering sekali menggoda perjalanannya agar niatnya menemui dan berguru kepada Syekh Syarwani mundur, batal dan tidak jadi. Ini adalah ujian beratnya. Ia harus mengalahkan godaan-godaan makhlus halus itu. Awalnya, kaget luar biasa dan sangat takut ketika ia mampu melihat sosok jin-jin itu. Ada yang menertawakan perjalannya sambil bergelantungan di sebuah pohon di tengah malam, ada yang menghalangi jalan kakinya, ada yang menumpangi motor yang dikendarainya di jok belakang, ada yang menebarkan bau busuk, ada yang menyerupai wanita cantik dan telanjang bulat mengajaknya bersetubuh, ada yang menirukan suara ibunya atau istrinya memanggil-manggilnya ketika sedang berjalan. Semua itu terjadi antara jam 11.30 malam hingga jam 04.00 subuh ketika ia sering berjalan kaki ke sebuah tempat pertemuan dengan gurunya.

Lama-kelamaan matanya jadi biasa dan tidak kaget melihat jin-jin penggoda itu. Mereka selalu muncul setiap malam di tengah perjalanan ketika Ahmad menemui gurunya di tempat tersebut. Mereka menggoda dan menakut-nakutinya. Oleh keyakinannya kepada Allah, Ahmad tidak takut bahkan semakin berani mengusirnya dan bahkan sering menantangnya untuk tarung karena kesal. Kebanyakan jin-jin penggoda itu kabur, mangpret, ngacir ketakutan setelah dibacakan ayat-ayat Qur’an seperti ayat kursi. Tetapi, bukan hanya jin kafir yang buruk-buruk rupa itu yang dia lihat. Sering juga jin-jin Muslim menyapanya. Mereka ini sosoknya lain. Tubuhnya ada yang wangi, bersih, tampan dan cantik, tapi ukurannya tinggi-tinggi dan besar-besar. Umurnya ratusan tahun. Ada yang sedang memegang tasbih berdzikir kepada Allah, ada yang sedang khusyu beribadah dan sebagainya. Melihat mereka, Ahmad sudah biasa. Tetapi, ditawari menikahi dengan jin yang berbeda jasad, beda dunia, beda alam, sama sekali tidak terbayangkan olehnya.

Akhirnya bakti dan hormat pada gurunya mengalahkan keraguan dirinya. Bagi Ahmad, Syekh Habib Syawani di alam ruh, atas izin Allah, masih mengajarkan ilmu dan telah membukakan kasyafnya, yang membuatnya bisa melihat dan berdialog langsung dengannya. Ahmad akhirnya menyatakan siap dengan hati bulat, ikhlas dan pasrah. Singkat cerita, proses pernikahan pun dilangsungkan. Disaksikan gurunya dan ruh-ruh yang hadir, dengan suasana sangat khidmat, Ahmad dinikahkan dengan Fatimah binti Maulawi, seorang gadis jin Muslimah, berumur 200 tahun. Mas kawinnya, cukup hanya membaca surat Al-Fatihah. Mertuanya bernama Syekh Maulawi adalah jin yang sangat dihormati di kalangan jin Muslim di alamnya. Resmilah mereka sebagai pasangan suami istri.

Bagaimana gambaran dan kesan Ahmad tentang Fatimah, istrinya di alam jin itu? Ia menceritakannya kepada saya. “Ia memakai kerudung dan masya Allah cantiknya luar biasa. Tubuhnya harum. Tingginya sekitar 4 meter. Setelah nikah, saya memangilnya ummi, dia memanggil abi. Sikapnya tawadhu luar biasa kepada suami, bahasanya santun, sifatnya halus dan kecantikannya belum pernah saya lihat pada manusia. Saya belum pernah melihat wajah secantik itu.”

Beberapa hari dari itu, Ahmad bercerita tentang bulan madunya. Walaupun tinggi Fatimah sekitar 4 meter, tapi ketika berfungsi sebagai istri dan menemui suaminya, ia merubah ukurannya menjadi ukuran manusia biasa, normal. Suatu saat, Ahmad memulai ceritanya, ia diajak Fatimah berjalan-jalan, berkeliling ke alamnya. Alam jin tidak jauh berbeda dengan alam manusia. Ada pengajian, ada sekolah, kampus, masjid dan bangunan-bangunan lain. Sama dengan manusia, mereka memiliki peradaban. Tapi, itu peradaban jin. Bedanya, bentuknya aneh-aneh, berbeda dengan di alam manusia. Ahmad sangat sadar alias bukan mimpi. Selama berkeliling, perasaannya dipenuhi aneh dan aneh, takjub dan takjub, heran dan heran atas apa yang dialaminya di alam yang berbeda. Akhirnya ia tiba di sebuah rumah, tentu rumahnya Fatimah. Tinggi, luas, bentuknya aneh, tidak seperti rumah yang ada di alam manusia. Kamar Fatimah harum dan bersih. “Barang-barang” tertata rapih. Di atas tempat tidur, mereka ngobrol dan bercumbu. Selain sangat cantik, tubuh Fatimah tercium harum dan bercahaya. Maklum ia jin yang taat ibadah. Singkatnya, aneh juga, Ahmad merasakan kepuasan persis seperti dengan manusia, bahkan lebih. Kata Ahmad, Fatimah tidak akan pernah hamil. Persenggamaan jin dan manusia tidak akan mengasilkan kehamilan, karena perbedaan zat makhluk. Manusia fisik, jin non fisik alias makhluk ghaib.

Sejak itu, kata Ahmad, Fatimah selalu datang dimana Ahmad memerlukannya. Ngobrol berdua dengan penuh santun dan etika sebagai istri yang shaleh, sun tangan, menunduk dan tidak pernah bersuara keras. Saling mengingatkan beribadah kepada Allah. Saling menasehati untuk sabar dalam menghadapi masalah masing-masing. Tidak ada suasana sedikit pun dari Fatimah mendominasi Ahmad dari istri aslinya yang manusia, yaitu istri pertamanya. Bahkan, dalam banyak kesempatan, Fatimah selalu mendorong Ahmad untuk harmonis dengan istrinya dan anak-anaknya, menyayangi dan memperhatikan keluarga. Kehadiran Fatimah, tidak sedikitpun menggangu keberadaan keluarga Ahmad karena tidak ada nafkah yang harus dikeluarkan, tidak ada waktu yang terambil. Nafkahnya paling do’a. Perhatiannya bukan bentuk fisik, tapi ruhani. Kemana Ahmad pergi, Fatimah bisa dipanggil dan datang, atau ia yang datang sendiri. Makanan Fatimah sebagai jin Muslim dan makhluk adalah saripati-saripati makanan. Pernikahan itu kini sudah berumur dua tahun lebih. Hingga sekarang tetap saja rukun dan damai. Ahmad merasa sangat bahagia, demikian juga Fatimah. Kepada istri pertamanya, Ahmad tidak pernah menceritakan peristiwa poligaminya ini karena tidak perlu dan tidak akan dimengertinya. Toh keluarga tidak terganggu sedikitpun. Ahmad dan Fatimah hingga saat ini, keduanya adalah murid Syekh Habib yang sampai sekarang sering hadir dalam pengajian yang berisi nasehat-nasehat gurunya tersebut, tentu pengajian secara ruhani, yang orang awam seperti kita tidak bisa melakukannya.

Penutup
Demikianlah, menikah dengan jin bisa terjadi, tapi bukan syari’at dan tidak dianjurkan oleh agama. Tidak perlu dicontoh, apalagi menikahnya dengan tujuan-tujuan sesat seperti dilakukan sebagian orang yang menginginkan kekayaan, kesaktian, kekebalan dll. Ahmad maupun Fatimah dalam peristiwa di atas, keduanya tidak menginginkan, merencanakan dan membayangkannya sama sekali. Ahmad bersedia karena ditawari gurunya, Fatimah karena tawaran Bapaknya, Syekh Habib Maulawi. Pernikahan mereka dilandasi agama dan tauhid kepada Allah SWT. Tidak ada kemusyrikan didalamnya, tidak atas dasar lain-lain. Itu takdir saja dari Allah SWT. Tanpa izin-Nya, segala sesuatu tidak akan terjadi.